Kumpulan Bocoran & Prediksi Togel

Sgp , hk Pasti Keluar

Casino Online
Domino99
Agen Bola
BandarQ
texaspoker
wigobet
OKEKIU
REDMIQQ
BANDARPOKER
MAKMURQQ

Ngeri! Orangutan Tewas Mengenaskan Diberondong 130 Butir Peluru Senapan Angin

AgenTogelOnline88.com – Terbaru Sejumlah 48 butir peluru berasal dari jenis senapan angin dikeluarkan dari mayat orangutan yang mati ketika dilakukan otopsi bertempat di Rumah Sakit Pupuk Kaltim, Kota Bontang pada hari Selasa (6/2) malam hingga Rabu dini hari, demikian dilansir dari Antaranews.com.

Dalam keterangan tertulis dari Manager Perlindungan Habitat Centre for Orangutan Protection (COP) Ramadhani yang diterima oleh Antara di Samarinda pada Rabu pagi, dijelaskan bahwa tak semuanya butir peluru yang telah bersarang di dalam tubuh primata tersebut dikeluarkan oleh tim otopsi.

“Otopsi berlangsung selama sekitar empat jam dan ada 48 butir peluru yang dikeluarkan dari tubuh Orangutan yang mati itu,” terang Dhani, di mana dirinya bersama dengan tim dari COP ikut dalam kegiatan otopsi yang dilaksanakan oleh Polres Kota Bontang dan juga Kutai Timur beserta KLHK.

COP sendiri merupakan sebuah organisasi yang berfokus kepada pelestarian serta perlindungan orangutan yang ada di Indonesia, termasuk salah satunya yakni di Kalimantan Timur.

Ia menyampaikan bahwa peluru sejumlah 48 butir itu jauh lebih sedikit dari yang terlihat dalam hasil foto rontgen yang telah mendeteksi bahwa setidaknya ada sekitar 130 butir peluru bersarang di tubuh Orangutan tersebut.

“Peluru itu hampir merata di sekujur tubuh Orangutan, tapi terbanyak di bagian kepala terdeteksi ada 74 butir peluru. Sisanya ada di bagian tangan, kaki dan dada,” papar Dhani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyaknya tembakan di bagian kepala, termasuk juga di sekitar mata, menyebabkan kedua mata orangutan malang itu mengalami kebutaan.

Selain itu, tim otopsi menemukan pula ada banyak bekas luka yang terdapat di sekujur tubuh primata tersebut, juga ada luka terbuka yang masih baru dengan jumlah sebanyak 19 titik diduga berasal dari benda tajam.

“Jadi, dugaan sementara penyebab kematian Orangutan itu karena adanya infeksi luka lama ataupun yang baru terjadi,” terang Dhani.

Individu orangutan yang berkelamin jantan berusia sekitar 5-7 tahun itu dilaporkan mati pada hari Selasa (6/2) dini hari ketika tengah menjalani perawatan di Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di Kota Bontang.

Primata tersebut dievakuasi dari area TNK pada hari Minggu (4/2) usai ditemukan warga dalam kondisi yang mengenaskan di wilayah Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, pada hari Sabtu (3/2).

Menurut keterangan dari Dhani, kurang lebih 130 butir peluru yang bersarang pada tubuh primata itu ialah jumlah yang terbanyak di dalam sejarah konflik yang pernah terjadi antara orangutan dengan manusia di Indonesia.

Berdasarkan data COP, pada bulan Mei 2016 pernah juga terjadi kasus yang mirip dengan lokasi yang tak terlalu jauh letaknya dari area penemuan yang terbaru ini. Akan tetapi, kasus tersebut tak terungkap sampai sekarang.

“Kami akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan KLHK untuk sama-sama mengungkap kasus kematian Orangutan ini. Pengalaman dua pekan lalu pembunuhan Orangutan di Kalahien, Kalimantan Tengah, bisa terungkap oleh Polda Kalteng, sehingga kami yakin aparat penegak hukum dapat menyelesaikan kasus di Kaltim,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KUMPULAN BOCORAN & PREDIKSI TOGEL ©2018
PREDIKSI TOGEL SGP HK
%d blogger menyukai ini: