Sandiaga Uno Tegaskan Satu-Satunya Cara Hindari Kerugian Negara Adalah Membatalkan Pembelian Lahan Sumber Waras

www.HorasSumutNews.com – Terbaru Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menghindari kerugian negara adalah dengan membatalkan pembelian lahan RS Sumber Waras. Pernyataan ini diungkap Sandiaga di RSUD Budhi Asih, Jalan Dewi Sartika.

Sandiaga mengatakan keputusan pembatalan pemeblian lahan Sumber Waras itu diambil dalam rapat Road to WTP yang digelar Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

“Jadi, langkah satu-satunya untuk memastikan tidak teradinya kerugian negara adalah melakukan pembatakan,” kata Sandiaga.

Sandiga menjelaskan, sebetulnya sebelum ada keputusan untuk membatalkan pembelian ini, pihaknya meminta agar Yayasan RS Sumber Waras mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.  Namun pihak yayasan merasa tidak punya kewajiban untuk mengembalikan uang itu.

 

“Kita berusaha sekuat tenaga untuk mencoba meyakinkan pihak yayasan untuk mengembalikan kerugian negara Rp 191 miliar, tapi yah kami hanya berdoa, berharap, kami mengusahakan, tapi mereka merasa putusannya sudah final,” katanya, dikutip dari kompas.com.

Saat ini, ucap Sandiaga, pembatalan pembelian lahan Sumber Waras sedang diproses oleh Biro Hukum DKI Jakarta. Biro Hukum ini juga berkoordinasi dengan Komite Pencegahan Korupsi DKI Jakarta terkait hal ini.

Pemprov DKI di masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama membeli lahan Yayasan RS Sumber Waras seharga Rp 800 miliar. Namuan, beberapa waktu berselang BPK mengungkap sebuah temuan bahwa pembelian oleh Pemprov DKI itu nilainya kelebihan.

Pembelian lahan Sumber Waras juga menjadi kontroversi hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memeriksa sejumlah pejabat DKI terkait indikasi adanya penyelewengan. Namun, Juni 2016, KPK menyatakan tidak ada tindak pidana dalam kasus pembelian lahan Sumber Waras ini.

Pemprov DKI sendiri tadinya membeli lahan Sumber Waras ini untuk kemudian dibangun Rumah Sakit Kanker mengingat selama ini pengobatan kanker terpusat di RS Kanker Dharmais. Pasien di Dharmais sendiri membludak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *